Nama : Deasty Ratnasari
NPM : 4310012
Jurusan/kelas : Manajemen Informatika / B
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ISBD yang diampu oleh
Bapak Ana Maulana
Sekularisme atau sekulerisme dalam
penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan
bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dariagama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan
beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka
yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama
tertentu.
Sekularisme juga merujuk ke pada
anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus
didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan
berdasarkan pengaruh keagamaan.
Masyarakat Sekuler
Dalam kajian keagamaan, masyarakat
dunia barat pada umumnya dianggap sebagai sekuler. Hal ini dikarenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi
legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak
menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari
tradisi keagamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.
Sekularisme juga dapat berarti
ideologi sosial. Di sini kepercayaan keagamaan atau supranatural tidak dianggap
sebagai kunci penting dalam memahami dunia, dan oleh karena itu dipisahkan dari
masalah-masalah pemerintahan dan pengambilan keputusan.
Sekularisme tidak dengan sendirinya
adalah Ateisme, banyak para Sekularis adalah
seorang yang religius dan para Ateis yang menerima pengaruh dari agama dalam
pemerintahan atau masyarakat. Sekularime adalah komponen penting dalam
ideologi Humanisme
Sekuler.
Beberapa masyarakat menjadi semakin
sekuler secara alamiah sebagai akibat dari proses sosial alih-alih karena
pengaruh gerakan sekuler, hal seperti ini dikenal sebagai Sekularisasi
Bahaya Sekulerisme
Alloh swt
Berfirman:
Alloh berfirman:
“Turunlah kalian berdua dari surga bersama-sama, sebagian kalian menjadi musuh
bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepada kalian hidayah dari-Ku, lalu
barangsiapa yang mengikuti hidayah-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan
celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Robbi-ku, Mengapa Engkau menghimpunkan Aku
dalam keadaan buta, padahal Aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Alloh
berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, kamu-pun
melupakannya, dan begitu (pula) pada hari Ini kamupun dilupakan”. Dan
Demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada
ayat-ayat Robbi-nya. dan Sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih
kekal.
(Qs. Thoha [20]: 123-127)
Sejarah munculnya
sekularisme sebenarnya merupakan bentuk kekecewaan (mosi tidak percaya)
masyarakat Eropa kepada agama kristen saat itu (abad-15 an). Di mana kristen
beberapa abad lamanya menenggelamkan dunia barat ke dalam periode yang kita
kenal sebagai the dark age. Mulailah mereka
menyingkirkan ajaran-ajaran Kristen dari kehidupan berbangsa dan bernegara,
atau sekularisme, walaupun sebenarnya memang tidak ada ajaran Kristen untuk
berbangsa dan bernegara. Hakekatnya mereka tidak ingin hanya gereja yang
memiliki kebebasan hidup dan kenikmatannya yang selama ini diklaim atas nama
Tuhan, mereka ingin semua kebebasan dan kenikmatan itu dinikmati bersama.
“Ma`īsyatan Donka” Istilah yang tepat bagi masyarakat
Eropa yang telah memilih i`rod dari hidayah Islam yang dibawa `Isa as, bahkan
menolak Islam yang diajarkan Rosulullah saw yang merupakan risalah terakhir
sebagai kelanjutan risalah `Isa as sebelumnya. Keruntuhan dalam bidang
kemanusiaan (human), politik, budaya, sosial, bahkan akhlak dan moral manusia
terjadi, hingga terus meluncur ke alam lumpur yang gelap gulita.
1. Hancurnya keyakinan terhadap agama
2. Menafikan adanya tujuan dan maksud
dari penciptaan manusia
3. Menganggap manusia tak ubahnya sama
dengan binatang dan hanya terdiri dari materi.
4. Mutlaknya relativisme yang menjadi
urat keyakinan agama mereka.
Alloh swt sangat
jelas membuktikan sejarah kauni-Nya, bahwa siapapun dan Bangsa manapun yang
telah i`rod dari hidayah
agama-Nya, pasti “ma`īsyatan donka”, the dark age.
Jalan keluar apapun untuk keluar dari “ma`īsyatan donka” itu selain
kembali kepada hidayah Islam, pasti akan tetap berputar pada “ma`īsyatan donka” yang sama. Mereka
bisa lari dari kungkungan kekuasaan gereja menuju demokrasi, tetapi mereka
tidak bisa menolak kenyataan bahwa hasilnya pasti sama, yaitu “ma`īsyatan donka”, karena
hakekatnya i`rod dari hidayah Islam.
I`rod dalam bahasa
Iman adalah:
أي: خالف أمري، وما أنزلته على رسولي، أعرض عنه وتناساه وأخذ
من غيره هداه
“Menyelisihi perintah-Ku (Alloh Swt), dan wahyu
yang Aku turunkan kepada Rosul-Ku. Dia berpaling darinya, melupakannya dan
mengambil hidayah dari selainnya”. (Tafsir Ibn Katsir: 5/322)
يعني: القرآن، فلم يؤمن به ولم يتبعه
“(I`rod) terhadap al-Qur`an, tidak mengimani dan
mengikutinya”. (Tafsir al-Baghawi: 5/300)
Apapun nama yang
akan dijadikan pelapis atau pakaian dari sikap i`rod; kekuasaan gereja
(Theokrasi), demokrasi atau sekularisasi agama, hakekatnya tetap sama, yaitu
tidak menjadikan Islam sebagai hukum dan pedoman tertinggi dalam seluruh
kehidupan manusia.
“Ma`īsyatan donka”, the dark age,
tidak berhenti hanya di dunia, walaupun realita itu pasti akan diderita pula di
dalamnya. Di dunia, kehidupan yang semakin sesak, dipenuhi semua barang-barang
haram, ekonomi busuk penuh tipu muslihat, sampai hilangnya jiwa qana`ah tidak
pernah merasa puas melilit kehidupan umat manusia (lihat Tafsir al-Baghawi),
ya… hilangnya thuma`ninah (kebahagiaan yang penuh kedamaian) dalam jiwa insan
seperti yang dikatakan oleh Muhammad Quthb.
Di alam kubur dan
di akhirat, insan-insan yang wafat dan meninggal duniapun terancam “ma`īsyatan donka”. Dihimpit tanah
hingga hancur tulang-belulangnya, sampai kehidupan penuh siksa abadi tak
terkira, minum air kotoran dan nanah para pelacur serta panggangan api Jahannam
tanpa ampunan dari Dia Yang Maha Rohman. Inilah kehidupan dari sebuah
alternatif sekularisme yang hanya dinikmati 70 tahun kehidupan dunia, itupun
tak sepenuh tahun kehidupannya.
Aneh sungguh aneh,
Bangsa kita yang mayoritas beragama Islam – pun memilih untuk mengulang sejarah
dan konsep “ma`īsyatan donka” yang sama menimpa
Eropa di atas asas sekularisme. Tanda-tanda yang sama kini dapat disaksikan dan
dirasakan dalam semua kehidupan kita. Carut-marut kehidupan politik yang penuh
dengan serigala pemangsa hidup manusia, kerusakan sistem ekonomi riba yang
terus memakan darah dan nadi kehidupan umat, hancurnya kebebasan human right
yang melemparkan kehormatan kulit dan daging Insan kepada binatang ternak
hewani, sampai makanan dan minuman hiburan yang menumbuhkan pembusukan jiwa
umat manusia di seluruh kehidupan mereka. Yang lebih berat dari itu semua
kehidupan akhirat umat manusia terancam dahsyat dengan siksaan pedih sepanjang
zaman.
Akankah kesadaran
kita terlambat? Menunggu semuanya terlanjur terjadi dan terbukti? Tidakkah kita
bisa mengambil `ibroh kehidupan kita? Tidakkah Firman-firman Alloh Swt
menjadikan Kolbu-kolbu kita tunduk menerimanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar