Selasa, 11 Juni 2013

sekulerisme

Nama  : Deasty Ratnasari
NPM   : 4310012
Jurusan/kelas   :  Manajemen Informatika / B
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ISBD yang diampu oleh
Bapak Ana Maulana

Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dariagama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.
Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.

Masyarakat Sekuler
Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya dianggap sebagai sekuler. Hal ini dikarenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi keagamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.
Sekularisme juga dapat berarti ideologi sosial. Di sini kepercayaan keagamaan atau supranatural tidak dianggap sebagai kunci penting dalam memahami dunia, dan oleh karena itu dipisahkan dari masalah-masalah pemerintahan dan pengambilan keputusan.
Sekularisme tidak dengan sendirinya adalah Ateisme, banyak para Sekularis adalah seorang yang religius dan para Ateis yang menerima pengaruh dari agama dalam pemerintahan atau masyarakat. Sekularime adalah komponen penting dalam ideologi Humanisme Sekuler.
Beberapa masyarakat menjadi semakin sekuler secara alamiah sebagai akibat dari proses sosial alih-alih karena pengaruh gerakan sekuler, hal seperti ini dikenal sebagai Sekularisasi

Bahaya Sekulerisme

Alloh swt Berfirman:
Alloh berfirman: “Turunlah kalian berdua dari surga bersama-sama, sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepada kalian hidayah dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti hidayah-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Robbi-ku, Mengapa Engkau menghimpunkan Aku dalam keadaan buta, padahal Aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Alloh berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, kamu-pun melupakannya, dan begitu (pula) pada hari Ini kamupun dilupakan”. Dan Demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Robbi-nya. dan Sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (Qs. Thoha [20]: 123-127)
Sejarah munculnya sekularisme sebenarnya merupakan bentuk kekecewaan (mosi tidak percaya) masyarakat Eropa kepada agama kristen saat itu (abad-15 an). Di mana kristen beberapa abad lamanya menenggelamkan dunia barat ke dalam periode yang kita kenal sebagai the dark age. Mulailah mereka menyingkirkan ajaran-ajaran Kristen dari kehidupan berbangsa dan bernegara, atau sekularisme, walaupun sebenarnya memang tidak ada ajaran Kristen untuk berbangsa dan bernegara. Hakekatnya mereka tidak ingin hanya gereja yang memiliki kebebasan hidup dan kenikmatannya yang selama ini diklaim atas nama Tuhan, mereka ingin semua kebebasan dan kenikmatan itu dinikmati bersama.
“Ma`īsyatan Donka” Istilah yang tepat bagi masyarakat Eropa yang telah memilih i`rod dari hidayah Islam yang dibawa `Isa as, bahkan menolak Islam yang diajarkan Rosulullah saw yang merupakan risalah terakhir sebagai kelanjutan risalah `Isa as sebelumnya. Keruntuhan dalam bidang kemanusiaan (human), politik, budaya, sosial, bahkan akhlak dan moral manusia terjadi, hingga terus meluncur ke alam lumpur yang gelap gulita.
1. Hancurnya keyakinan terhadap agama
2. Menafikan adanya tujuan dan maksud dari penciptaan manusia
3. Menganggap manusia tak ubahnya sama dengan binatang dan hanya terdiri dari materi.
4. Mutlaknya relativisme yang menjadi urat keyakinan agama mereka.
Alloh swt sangat jelas membuktikan sejarah kauni-Nya, bahwa siapapun dan Bangsa manapun yang telah i`rod dari hidayah agama-Nya, pasti “ma`īsyatan donka”, the dark age. Jalan keluar apapun untuk keluar dari “ma`īsyatan donka” itu selain kembali kepada hidayah Islam, pasti akan tetap berputar pada “ma`īsyatan donka” yang sama. Mereka bisa lari dari kungkungan kekuasaan gereja menuju demokrasi, tetapi mereka tidak bisa menolak kenyataan bahwa hasilnya pasti sama, yaitu “ma`īsyatan donka”, karena hakekatnya i`rod dari hidayah Islam.
I`rod dalam bahasa Iman adalah:
أي: خالف أمري، وما أنزلته على رسولي، أعرض عنه وتناساه وأخذ من غيره هداه
“Menyelisihi perintah-Ku (Alloh Swt), dan wahyu yang Aku turunkan kepada Rosul-Ku. Dia berpaling darinya, melupakannya dan mengambil hidayah dari selainnya”. (Tafsir Ibn Katsir: 5/322)
يعني: القرآن، فلم يؤمن به ولم يتبعه
“(I`rod) terhadap al-Qur`an, tidak mengimani dan mengikutinya”. (Tafsir al-Baghawi: 5/300)
Apapun nama yang akan dijadikan pelapis atau pakaian dari sikap i`rod; kekuasaan gereja (Theokrasi), demokrasi atau sekularisasi agama, hakekatnya tetap sama, yaitu tidak menjadikan Islam sebagai hukum dan pedoman tertinggi dalam seluruh kehidupan manusia.
“Ma`īsyatan donka”, the dark age, tidak berhenti hanya di dunia, walaupun realita itu pasti akan diderita pula di dalamnya. Di dunia, kehidupan yang semakin sesak, dipenuhi semua barang-barang haram, ekonomi busuk penuh tipu muslihat, sampai hilangnya jiwa qana`ah tidak pernah merasa puas melilit kehidupan umat manusia (lihat Tafsir al-Baghawi), ya… hilangnya thuma`ninah (kebahagiaan yang penuh kedamaian) dalam jiwa insan seperti yang dikatakan oleh Muhammad Quthb.
Di alam kubur dan di akhirat, insan-insan yang wafat dan meninggal duniapun terancam “ma`īsyatan donka”. Dihimpit tanah hingga hancur tulang-belulangnya, sampai kehidupan penuh siksa abadi tak terkira, minum air kotoran dan nanah para pelacur serta panggangan api Jahannam tanpa ampunan dari Dia Yang Maha Rohman. Inilah kehidupan dari sebuah alternatif sekularisme yang hanya dinikmati 70 tahun kehidupan dunia, itupun tak sepenuh tahun kehidupannya.
Aneh sungguh aneh, Bangsa kita yang mayoritas beragama Islam – pun memilih untuk mengulang sejarah dan konsep “ma`īsyatan donka” yang sama menimpa Eropa di atas asas sekularisme. Tanda-tanda yang sama kini dapat disaksikan dan dirasakan dalam semua kehidupan kita. Carut-marut kehidupan politik yang penuh dengan serigala pemangsa hidup manusia, kerusakan sistem ekonomi riba yang terus memakan darah dan nadi kehidupan umat, hancurnya kebebasan human right yang melemparkan kehormatan kulit dan daging Insan kepada binatang ternak hewani, sampai makanan dan minuman hiburan yang menumbuhkan pembusukan jiwa umat manusia di seluruh kehidupan mereka. Yang lebih berat dari itu semua kehidupan akhirat umat manusia terancam dahsyat dengan siksaan pedih sepanjang zaman.

Akankah kesadaran kita terlambat? Menunggu semuanya terlanjur terjadi dan terbukti? Tidakkah kita bisa mengambil `ibroh kehidupan kita? Tidakkah Firman-firman Alloh Swt menjadikan Kolbu-kolbu kita tunduk menerimanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar